Kota Metro, Harianmetropolis.com –
Posisi Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Metro, dikabarkan mulai terancam. Isu ini mencuat seiring dengan beredarnya informasi bahwa internal PDI Perjuangan di Kota Metro mulai kehilangan keharmonisan.
Spekulasi semakin menguat setelah Ria Hartini tidak terlihat hadir dalam acara peluncuran Posko Konsultasi Hukum Gratis yang didirikan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Jumat (1/5/2026).
Acara tersebut justru dihadiri oleh jajaran pengurus lainnya, termasuk Ketua DPC Ancilla Hernani.
Menanggapi isu yang ramai diperbincangkan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Ancilla Hernani, membuka suara. Ia tidak menampik kemungkinan adanya evaluasi dari partai terhadap posisi Ketua DPRD yang merupakan hak prerogatif partai.
“Itu kan bahasa teman-teman di bawah. Tapi secara kepartaian dan kelembagaan, tidak ada pembicaraan ke arah sana. Namun, kalau masalah evaluasi, itu sudah menjadi hal biasa dalam kelembagaan dan partai politik. Kami semua akan dievaluasi, soal kinerja dan lain-lain. Saya harap seluruh kader PDI Perjuangan bekerja secara maksimal,” ujar Ancilla usai acara peluncuran posko.
Terkait isu ketidakharmonisan internal, Ancilla dengan tegas membantahnya. Ia menyebut bahwa PDI Perjuangan Kota Metro masih tetap solid. Hanya saja, ia mengakui bahwa potensi pergantian memang selalu ada dalam dinamika partai.
Sebagai bendahara partai dan Ketua DPRD, Ria Hartini memiliki posisi strategis. Ketidakhadirannya dalam acara partai yang cukup signifikan bisa diartikan sebagai sinyal kurang harmonisnya komunikasi antar-pengurus inti.
“Kalau soal evaluasi dan pergantian, kami ikut keputusan DPD seperti apa. Tapi ini kan kami baru berganti kepengurusan, baru menyelesaikan tingkat ranting, bahkan masih akan membentuk anak ranting. Jadi masih terlalu dini kalau kita membahas masalah itu. Tapi potensi diganti itu ada, termasuk saya. Kita ikut arahan DPD. Pastinya kami baik-baik saja dan tetap harmonis,” tandasnya.
(Red)





