PESAWARAN – Pelayanan air bersih PDAM di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, kembali menuai keluhan warga. Masyarakat mengaku kecewa lantaran air yang mengalir ke rumah pelanggan kerap keruh saat musim hujan, sementara ketika musim kemarau aliran air justru sering mati total.
Keluhan itu disampaikan sejumlah warga kepada wartawan, Rabu (13/5/2026). Warga menilai pelayanan PDAM tidak maksimal dan sangat merugikan masyarakat yang tetap rutin membayar tagihan setiap bulan.
“Kalau hujan airnya keruh seperti air lumpur, tidak layak dipakai. Tapi saat kemarau malah sering tidak keluar sama sekali,” ungkap salah seorang warga.
Menurut warga, kondisi tersebut bukan terjadi sekali dua kali, melainkan sudah cukup lama dirasakan pelanggan di wilayah Way Khilau. Akibatnya, masyarakat terpaksa mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga mempertanyakan keseriusan pihak PDAM dalam menjaga kualitas serta kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas pelayanan.
“Setiap bulan pelanggan tetap bayar. Tapi pelayanan yang diterima jauh dari kata baik,” keluh warga lainnya.
Selain air keruh saat hujan, warga juga menyoroti distribusi air yang disebut sering tersendat bahkan mati berhari-hari ketika musim kemarau tiba. Kondisi itu dinilai sangat menyulitkan masyarakat, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran turun tangan mengevaluasi pelayanan PDAM agar persoalan yang dikeluhkan warga tidak terus berulang setiap tahun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Kabupaten Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat Kecamatan Way Khilau tersebut.





