Rumah Sakit Hewan Kota Metro Lampung Gelar Coffe Morning 


Kota Metro,Harianmetropolis.com

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro melalui UPTD Rumah Sakit (RS) Hewan setempat menggelar coffe morning dalam rangka memperingatI Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Hewan, Kamis (27/02/2025).

Pelaksanaan Tugas (Plt) UPTD Rumah Sakit (RS) Hewan Kota Metro drh. Vita Maharjanti, bahwa setelah satu tahun berjalan RS Hewan Metro kedepan akan lebih baik dalam memberikan pelayanan.

“Kita ada peningkatan SDM, jadi SDM yang ada disini itu selalu meningkatkan kemampuannya melalui seminar-seminar pelatihan supaya kita bisa memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebagai pelayanan publik pihaknya mewajibkan kepada petugas-petugas non teknis agar memberikan pelayanan prima.

“Kemudian Pemerintah Kota Metro juga secara bertahap melengkapi sarana dan prasarana untuk menjadi sebuah Rumah Sakit hewan yang sesuai standar.

Karena memang ini hobies ya atau hewan kesayangan itu mereka mandiri kita ada retribusi berdasarkan Perda nomor 1 tahun 2024, kita ada retribusinya atau biaya dari layanan yang kita berikan,” imbuhnya.

Menurutnya, perbedaan retribusi pada setiap hewan yang berobat di RS hewan Metro berdasarkan berat badan dan jenis hewan.

“Terus juga jenis layanannya misal seperti operasi steril, ada tindakan bedah besar atau kecil dan jenis-jenis pelayanannya itu beda-beda,” ungkap dia.

Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, kegiatan serupa guna memperingati satu tahun berdirinya RS hewan Kota Metro.

“Disini saya hadir dengan pak Kadis, bidang peternakan dan kepala UPTD nya dokter Vita untuk memperingati HUT ke-1 Rumah Sakit hewan Kota Metro ,” ucapnya.

Bangkit menerangkan, setelah RS hewan Metro berdiri selama satu tahun dapat melayani pasien sebanyak 5240.

“Ini juga banyak yang rawat inap disini dan tingkat kesembuhannya baik-baik, jadi mereka sudah percaya Rumah Sakit hewan Kota Metro kalau ada sakit-sakit mereka langsung berobat disini,” terangnya.

Sekda berpesan kepada tim yang berada di Rumah Sakit Hewan Metro agar selalu mematuhi SOP.

“Kalau masalah digigit hewan atau anjing biasanya mereka melaporkan kepada Dinas pertanian dan nanti dokter hewan atau timnya akan datang ke Rumah yang bersangkutan.

Biasanya hewan setelah menggigit itu rabies dan mati dan ini langsung diobati. Beberapa kasus yang sampai kesaya dan mereka bersama timnya langsung datang ke Rumah untuk mengobati yang bersangkutan dan kalau hewannya masih hidup akan diobati juga, ini kejadian yang sudah kita lakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang terkena gigitan,” pungkasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *