Longsor Lumpuhkan Jalur Trans Sulawesi di Gunung Santigi, Warga Butuh Bantuan Alat Berat

Harianmetropolis.com, Parigi Moutong, Jumat, 1 November 2024 – Tanah longsor yang terjadi di jalur Trans Sulawesi, wilayah Gunung Santigi, Dusun 5, Desa Kayujati, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, membuat akses utama di kawasan tersebut lumpuh total. Longsor ini terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur selama tiga jam.

Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutupi badan jalan sepenuhnya, menyebabkan kendaraan dari dua arah terjebak tanpa bisa melintas. Insiden ini membuat warga setempat yang menggantungkan aktivitasnya pada jalur ini harus bersabar dan berharap bantuan segera datang.

Hidayat, seorang pengguna jalan yang terjebak akibat longsor, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera mengirimkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan material yang menutup jalan. “Kami berharap pemerintah segera kirim ekskavator untuk membersihkan material longsor ini. Jalur ini adalah satu-satunya jalan yang bisa kami lewati,” ungkapnya.

Sementara itu, warga sekitar bahu-membahu mencoba membersihkan jalan dengan peralatan seadanya untuk membuka ruang bagi kendaraan roda dua dan empat. Namun, tanpa bantuan alat berat, upaya mereka terhambat dan belum berhasil membuka akses jalan sepenuhnya.

Hingga pukul 23.00 WITA, belum terlihat tanda-tanda kehadiran alat berat dari pihak terkait di lokasi. Warga berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengambil tindakan cepat untuk mengirimkan alat berat, mengingat jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai daerah di Parigi Moutong.

“Longsor seperti ini sangat berbahaya bagi warga dan pengguna jalan lainnya, apalagi jika hujan deras kembali terjadi. Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di jalur pegunungan yang rentan. Masyarakat kini menunggu langkah sigap dari BPJN agar akses jalan dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali normal.

(TF)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *