Pesawaran Lampung — Proyek senilai Rp11,9 milyar di Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi mendapat sorotan publik. Proyek tersebut diketahui telah dilakukan gelar ulang hotmix pada 31 Desember 2025 lalu setelah sebelumnya dinilai memiliki ketebalan yang tipis dan kualitas pekerjaan yang buruk.
Sorotan tersebut datang dari Sumara, Ketua Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN Indonesia). Ia menyampaikan apresiasi kepada lembaga antikorupsi serta masyarakat yang telah aktif mengawal jalannya proyek hingga akhirnya dilakukan gelar hotmix ulang.
Menurut Sumara, pengawalan masyarakat terhadap proyek ini menjadi contoh dan peringatan penting bagi para pelaksana proyek, khususnya di lingkungan Dinas PUPR, agar ke depan lebih teliti dan serius dalam melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan sehingga mutu proyek sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.jelasnya,
Terpisah Berdasarkan hasil pemantauan dan temuan lapangan, [LSM Penjara Indonesia DPD Lampung] menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian pekerjaan, antara lain [contoh: kualitas material, volume pekerjaan, finishing, sistem keamanan, atau aspek teknis lain Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait proses pemeriksaan dan kelayakan proyek sebelum dinyatakan layak PHO.
Ketua LSM penjara,menyampaikan bahwa pihaknya menduga adanya kelalaian dalam proses pengawasan proyek tersebut.
“Kami menemukan indikasi bahwa pekerjaan belum sepenuhnya memenuhi spesifikasi teknis, jadi baiknya jangan dulu dilakukan PHO. Hal ini patut didalami lebih lanjut,bila PHO tetap dilakukan ini tentunya ada indikasi
“Dugaan keterlibatan atau kelalaian pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pesawaran dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian mutu proyek. Dugaan ini bukan merupakan kesimpulan akhir, melainkan permintaan agar dilakukan klarifikasi dan audit menyeluruh.pungkasnya.
LSM Penjara Indonesia dan media membuka ruang klarifikasi dari seluruh pihak terkait, demi pemberitaan yang berimbang dan penyelesaian masalah secara objektif.
By. Redaksi




