Ketua DPC GMNI Tojo Una-Una Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas Pasca Pemilu dan Waspada Hoax

Ketua DPC GMNI Kabupaten Tojo Una-Una

Harianmetropolis.com Tojo Una-Una, 29 Januari 2025 – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Cabang Tojo Una-Una, Moh. Ricky M. Nibi, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca pelaksanaan pesta demokrasi. Menurut Ricky, Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga merupakan kewajiban setiap warga negara.

Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat, memiliki peran penting dalam menjaga kondusifitas daerah,” ujar Ricky saat memberikan pernyataan kepada media.

Ricky juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan damai, salah satunya melalui aktivitas positif dan pergerakan pemuda. Beliau menyoroti maraknya berita bohong (hoax) yang beredar di media sosial yang dapat memicu perpecahan di masyarakat.

“Masyarakat harus hati-hati dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum terbukti kebenarannya. Terlebih lagi, dalam menyebarkan informasi, kita harus selektif agar tidak memperburuk situasi,” jelas Ricky.

Lebih lanjut, Ricky mengimbau agar kelompok pemuda tidak dimanfaatkan sebagai alat politik oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pemuda harus berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah.

Mari bersama-sama menjaga kondusifitas daerah yang kita cintai ini. Kita juga harus mendukung aparat keamanan dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan wilayah,” tambahnya.

Situasi Kamtibmas di Kabupaten Tojo Una-Una saat ini masih dianggap kondusif, namun Ricky mengingatkan bahwa menjaga kestabilan sosial memerlukan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, mahasiswa, dan aparat keamanan. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menjaga ketenteraman daerah pasca pemilu dan mencegah terjadinya gejolak sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *