Kota Metro , Harianmetropolis.com –
Pihak SMA Negeri 4 Metro akhirnya buka suara terkait sorotan publik atas dugaan lambannya penanganan kasus perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa di lingkungan sekolah tersebut. Selasa(19/05/2026)
Kepala SMA Negeri 4 Metro, Ni Made Noviani, membantah tudingan bahwa sekolah melakukan pembiaran terhadap laporan yang disampaikan keluarga korban.
Menurutnya, laporan pertama diterima pada Rabu sore, 13 Mei 2026, melalui pesan WhatsApp dari orang tua korban saat dirinya sedang berada di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
“Atas permintaan orang tua korban, pertemuan tatap muka dijadwalkan pada Senin, 18 Mei 2026. Namun sejak malam laporan diterima, kami langsung bergerak melakukan pendalaman informasi,” ujar Ni Made Noviani, Selasa 19 mei 2026
Ia menjelaskan, sehari setelah laporan masuk, pihak sekolah langsung memanggil 15 siswa satu kelas dengan korban untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan bersama wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan wali kelas.
Tak hanya itu, koordinasi disebut terus berlangsung selama beberapa hari berturut-turut dengan keluarga korban, guru, wali kelas pelaku, hingga pihak terkait lainnya.
Puncaknya, pada Senin, 18 Mei 2026, sekolah mempertemukan orang tua korban dengan pelaku utama dalam mediasi yang berlangsung lebih dari lima jam.
Dalam mediasi tersebut, pihak pelaku beserta keluarganya mengakui perbuatan yang terjadi dan menerima sanksi dari sekolah.
“Pihak pelaku mengakui kesalahan dan bersedia menerima konsekuensi. Meski ada perdamaian, proses disiplin sekolah tetap berjalan,” tegasnya.
Meski mediasi telah ditempuh, keluarga korban tetap melanjutkan laporan ke pihak kepolisian sebagai bentuk pembelajaran dan efek jera agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sekolah juga menggandeng Lembaga Perlindungan Anak Indonesia untuk mendampingi korban maupun pelaku yang masih di bawah umur.
Sebagai langkah lanjutan, pihak sekolah memutuskan memindahkan pelaku ke sekolah lain lantaran korban memilih tetap melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4 Metro.
Ni Made Noviani menegaskan, pihak sekolah merasa perlu meluruskan persepsi publik yang berkembang setelah muncul pemberitaan yang menilai penanganan kasus dilakukan secara lamban.
“Kami tidak pernah membiarkan persoalan ini. Investigasi, mediasi, koordinasi dengan LPAI, hingga komunikasi dengan kepolisian terus kami lakukan dan akan kami kawal sampai selesai,” pungkasnya.
(Tim/red)





