Jakarta Selatan – Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, menegaskan komitmen yayasan dalam memperkuat edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif yayasan pada penyelenggaraan Disaster Management Competition (DMC) 2026 di Universitas Budi Luhur.
Julian menilai literasi kebencanaan harus menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan sekadar pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis dan mental tangguh.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang membangun kesadaran risiko dan kesiapsiagaan bencana. Pelajar perlu dibekali kemampuan berpikir cepat, bekerja sama, dan bertindak tepat dalam situasi darurat,” ujar Julian.
Ia menambahkan, yayasan mendorong institusi pendidikan di bawah naungannya untuk menghadirkan program yang relevan dengan tantangan nyata di masyarakat, termasuk isu kebencanaan.
“Ajang ini bukan hanya kompetisi. Ini adalah proses pembelajaran. Kami berharap peserta membawa pulang pengalaman, disiplin, dan kepedulian sosial yang lebih kuat,” katanya.
Sebagai badan penyelenggara pendidikan, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti secara konsisten menempatkan penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa serta pelajar sebagai prioritas. Dukungan terhadap DMC 2026 dinilai selaras dengan visi tersebut, terutama dalam menanamkan budaya tangguh bencana sejak dini.
Disaster Management Competition 2026 sendiri merupakan ajang gratis bagi siswa SMA/SMK/sederajat di Jabodetabek, dengan fokus pada keterampilan kedaruratan dan perencanaan mitigasi.
Dengan dukungan yayasan, kegiatan ini diharapkan memperluas kesadaran pelajar terhadap pentingnya kesiapsiagaan dan manajemen bencana.
(Bob Fallah)





