Tambang Ilegal Kembali Marak di Solok Selatan, Pasca Insiden Polisi Tembak Polisi

Gambar Ilustrasi "TAMBANG EMAS ILEGAL SOLOK SELATAN KEMBALI BEROPERASI"

Harianmetropolis.com, Solok Selatan – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, kembali menggeliat setelah sempat ditertibkan pasca insiden polisi tembak polisi yang menghebohkan daerah tersebut beberapa bulan lalu. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 20 ekskavator yang kembali beroperasi di wilayah tersebut, tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.

“Sekarang mulai marak lagi tambang ilegal, kurang lebih ada 20 ekskavator yang sedang beroperasi. Salah satunya milik Bang SIIS, penduduk lokal dari Jorong Ombak Kebu,” ujar sumber tersebut.

Kembalinya tambang ilegal ini semakin memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang melindungi bisnis haram ini. Insiden polisi tembak polisi yang terjadi beberapa bulan lalu di Solok Selatan disebut-sebut berkaitan erat dengan kepentingan tambang ilegal ini. Kasus tersebut, yang melibatkan perselisihan antaranggota kepolisian, diduga berawal dari rebutan pengamanan tambang ilegal yang bernilai miliaran rupiah.

Warga kini resah dan mempertanyakan efektivitas aparat penegak hukum dalam menertibkan tambang ilegal yang terus merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat setempat. “Kemarin sempat ditertibkan, tapi sekarang malah lebih ramai. Kami khawatir dampaknya, terutama pada lingkungan dan keselamatan kami,” tambah warga lainnya.

Pihak berwenang diminta untuk segera mengambil tindakan tegas dan tidak hanya melakukan operasi sesaat yang tidak memberikan efek jera. Jika tidak, bukan tidak mungkin konflik yang lebih besar akan terjadi di kemudian hari, mengingat taruhannya bukan hanya ekonomi ilegal, tetapi juga nyawa manusia.

Dengan maraknya kembali aktivitas tambang emas ilegal ini, muncul pertanyaan besar: apakah aparat benar-benar serius memberantas tambang ilegal, ataukah mereka justru menjadi bagian dari masalah ini?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *