Proyek Drainase Diwilayah Gembor Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Disinyalir Abaikan K3 dan Tanpa Pengawasan Mandor Pekerja.

Harianmetropolis.com, Kota Tangerang, –Proyek Drainase Gorong- gorong yang beralamat di RW 02, Kelurahan Gembor Kecamatan Periuk, Diduga minimnya pengawasan, dan juga abaikan K3 dan disinyalir tanpa pengawasan dari mandor pekerja serta pelaksana proyek.

 

Tanah menumpuk di bahu jalan, dan diduga pemasangan Drainase gorong- gorong dikerjakan Asal jadi terkesan buru buru

 

Awak media menyoroti hal ini dikarenakan dikerjakan oleh PT.Citra Anugerah Unggul, dengan anggaran keluarkan cukup besar senilai Rp.443.521.000,00 yang bersumber dari APBD Kota Tangerang tahun 2024,  dengan durasi pengerjaan 90 hari kalender

 

 

Sangat tidak masuk akal jika biaya sebesar itu, dalam melakukan pengerjaan tidak sesuai prosedur

 

Padahal, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki beberapa dasar hukum pelaksanaan. Diantaranya ialah Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Permenaker No 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

 

Pekerjaan yang di harapkan bisa maksimal namun di ragukan untuk kwalitas hasil dari pekerjaan tersebut yang asal jadi dan tidak profesional dalam bekerja, ada indikasi kontraktor atau pelaksana ingin meraup keuntungan besar,Minggu 20/10/2024

 

Saat tim awak media datang ke lokasi pekerjaan Drainase Gorong- gorong terlihat para pekerja tidak memakai K3 serta, bekas galian tanah dan puing – puing batu tidak buang, dan dirapihkan dan pemasangan drainase tersebut tidak rapih naik turun tidak pinggirannya pun tidak diberi adukan semen

 

Tidak ada mandor atau pun petugas pelaksana di tempat. tumpukan tanah di Jalan Sampai masih tetap menghalangi pengguna jalan, Banyak warga yang merasa kecewa dengan pengerjaan drainase yang terkesan asal jadi.

 

Tim awak media konfirmasi ke beberapa warga RT 02 RW 02 kelurahan gembor berinial (p) mengatakan pekerjaan gorong gorong sangat menggangu sekali aktivitas saya untuk berdagang.

” tumpukan bekas galian tanah pun menghalangi warung saya sehingga para pembeli agak risih untuk berbelanja di tempat saya “Ucap (P)

 

Masi di lokasi yang sama, warga berinisial (E) Menyampaikan pekerjaan drainase di sini Asal aja

 

Saat bersamaan salah satu warga masyarakat menuturkan”adanya pekerjaan itu jadi tidak enak dipandang pasca pengalian tanah banyak yang tidak angkut

 

Lanjut awak media konfirmasi Nurdin selaku lurah Gembor, Mengatakan itu Pekerjaan dari Dinas PUPR kang, silahkan saja hubungi pelaksananya. “Ucap Nurdin

 

Sementara berinisial (Ag) selaku ketua pelaksana di konfirmasi lewat telpon WhatsApp dirinya mengatakan, ada apa mas saya juga media juga, cetusnya.

 

Tidak sampai situ saja, di tempat berbeda salah satu ketua RW mengeluhkan dengan mandor dan ketua pelaksana tentang pekerjaan di wilayah nya

 

” Pekerjaan di wilayah kami sudah selesai tapi sangat di sayangkan pekerjaan sudah selesai akan tetapi kontrakan yang di tempati para pekerja belum di bayar, ucap ketua RW 06

 

Sampai berita ini terbit oknum pemborong atau pelaksana di lapangan, belum bisa di temui,dan belom bisa menyelesaikan pembiayaan kontrakan untuk pekerja

 

Seperti nya pihak, dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang( PUPR) diduga enggan untuk lakukan kroscek langsung ke lapangan, dan jadi tanya besar.

 

(Dadang & Ray)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *