SPPG Kedondong Pasar Baru 2 Disorot, Konfirmasi ke Fajar Kurniawan Belum Mendapat Balasan

PESAWARAN — Persoalan terkait pengelolaan SPPG Pesawaran Kedondong Pasar Baru 2 terus menjadi perhatian. Rangkaian informasi yang disampaikan Batin Perwira Kusuma menyangkut kesepakatan pengelolaan dapur, kondisi fasilitas, administrasi, perizinan hingga status pihak yang memiliki kewenangan atas operasional SPPG.

Menurut keterangan Batin Perwira Kusuma, persoalan bermula pada 6 September 2026, ketika dirinya mengaku bertemu dengan Fajar Kurniawan, yang disebut sebagai mitra pertama SPPG.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Batin, dibahas rencana pengalihan atau pengelolaan dapur, termasuk kesepakatan mengenai pembayaran uang muka.

Namun setelah melakukan pengecekan ke lokasi pada 8 September 2026, Batin mengaku menemukan sejumlah persoalan. Di antaranya informasi mengenai supplier yang disebut belum menerima pembayaran serta kondisi bangunan dan fasilitas yang menurut keterangannya masih membutuhkan pembenahan.

Batin kemudian mengaku melakukan sejumlah perbaikan, termasuk pembenahan IPAL serta peningkatan kapasitas listrik yang disebut dari sekitar 10.000 VA menjadi 16.500 VA.

Persoalan kemudian berkembang.

Pada 9 September 2026, SPPG tersebut disebut terkena suspend. Batin mengaku kembali berkomunikasi dengan Fajar dan kemudian membantu menyelesaikan sejumlah persoalan persyaratan operasional, termasuk proses SLHS.

Dalam proses tersebut, menurut Batin, muncul pula persoalan mengenai yayasan yang disebut menaungi SPPG. Ia menyebut Yayasan Raden Intan Lampung dan mengaku kemudian melakukan komunikasi dengan pihak yayasan.

Pada 12 September 2026, Batin mengaku menghadiri pertemuan dengan pihak yayasan di kawasan Baypas Bandar Lampung. Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangannya, dibahas persoalan SPPG dan pergantian PIC MBG, sekaligus sejumlah dokumen administrasi yayasan.

Belum selesai sampai di situ.

Batin kemudian mengaku memperoleh informasi dari pihak keamanan mengenai adanya kendaraan yang dibawa keluar dari lokasi dapur tanpa sepengetahuannya. Ia juga mengaku mendapatkan informasi mengenai pihak yang disebut sebagai investor baru.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai status pengelolaan dan pihak yang memiliki kewenangan atas SPPG Kedondong Pasar Baru 2.

Batin mengaku telah mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga untuk melakukan pembenahan serta membantu penyelesaian sejumlah persyaratan dapur.

Persoalan tersebut kemudian disebut telah diserahkan kepada kuasa hukum. Pada 29 September 2026, kuasa hukum Batin juga disebut mengambil langkah berkaitan dengan sejumlah dokumen dan perizinan yang sebelumnya telah diproses.

Konfirmasi kepada Fajar Belum Mendapat Balasan

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, media kemudian menghubungi Fajar Kurniawan untuk meminta klarifikasi atas sejumlah informasi tersebut.

Pesan konfirmasi dikirim pada 29 September 2026 sekitar pukul 11.45 WIB, melalui nomor WhatsApp yang digunakan untuk menghubungi Fajar Kurniawan, yakni 082289****67.

Konfirmasi tersebut mencakup sejumlah pertanyaan mengenai kesepakatan pengelolaan dapur, penyebab SPPG disebut terkena suspend, kondisi fasilitas dan perizinan, hubungan dengan Yayasan Raden Intan Lampung, hingga informasi mengenai pihak yang disebut sebagai investor baru.

Namun hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum mendapatkan balasan dari Fajar Kurniawan.

Tidak adanya balasan tersebut dicatat sebagai bagian dari proses konfirmasi dan bukan merupakan kesimpulan mengenai benar atau tidaknya informasi yang dipersoalkan.

Media tetap memberikan ruang kepada Fajar Kurniawan untuk memberikan klarifikasi maupun hak jawab. Apabila tanggapan diterima setelah berita ini diterbitkan, keterangan tersebut akan menjadi bagian dari pemberitaan lanjutan.

Sebab, rangkaian informasi mengenai pengelolaan SPPG tersebut saat ini masih perlu diuji melalui dokumen, keterangan para pihak, serta konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut dalam persoalan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *