Harianmetropolis.com | Kota Tangerang, – Upaya dalam Menepis Berita Hoax Majlis Preman Indonesia bersama Media nasionalnews.id menggelar pelatihan pembekalan Diklat Pendidikan melalui Literasi Jurnalis.
Acara berlangsung pada pukul 09: 00 WIB, bertempat di-Gedung Kesenian Modernland Tangerang pada Sabtu 21/09/2024 kemarin.
Hadir Perwakilan Pengurus FORUM MEDIA BANTEN NGAHIJI (FMBN) untuk menambah kompetensi etika Jurnalis, yang belakangan ini framing berita hoax.

Seolah tak dapat dihindari melejitkan digitalisasi penyiaran baik media konten TikTok, Snack, IG, FB, serta konten akun kreator Generasi milenial seperti ombak membanjiri pasar dunia maya.
Dalam sambutannya Gus Hidayat, sebagai inisiator wadah penampung binaan Anak-anak jalanan yang terinspirasi kondisi degradasi moral anak muda yang semangkin tak terkendali.
” Dengan ketulusan spirit sosial mengajak para pengamen anak jalanan untuk dibina sebagai aset investasi bangsa, kurang lebih 400 binaan Gus mengasuh Layaknya orang tua, ucap dayat
Dirinya mengucapkan kami peduli kepada para pengamen punk jalanan ketika melihat pekerjaan mereka hanya makan dari menjual suara, dan itu buat kehidupan sehari-hari bahkan buat keluarga.
” Alhamdulillah, Tuhan berikan kami untuk membina saat itu kami memberi nama dengan Nama Majlis Preman Indonesia,”ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, memang butuh kesabaran perjuangan, pengorbanan tentu Proses panjang, alhasil impian ini terwujud seiring waktu step by step potensi mereka kami salurkan dan bina menjadi pilot projek masa depan yang lebih baik dari sebelumnya,”pungkas Gus.
Hadir dalam Narasumber Dinas Kominfo kota tangerang, acara literasi melalui jurnalis Moh.Hopip. M.I.kom Kota Tangerang memberikan edukasi tata cara menulis kepada peserta bagaimana membuat berita.
” Isi berita dan juga hal yang tidak dibolehkan membuat berita yang bertentangan kode etik jurnalis, setiap pristiwa itu berita,akan tetapi belum tentu peristiwa bisa diangkat berita,mesti kita pahami konteks mana berita yang layak dan tidak layak, lihat konsumen audiens para pembaca jika menarik perhatian para pembaca layak diangkat dan upload, ini sebagian contoh kecil,”tutur Moh.Hopip.
Setelah memaparkan panjang lebar, Banyak pertanyaan dari para peserta yang hadir, begitu semangat para undangan mengikuti, tidak sedikit yang bertanya atas pembekalan edukasi ketika meliput berita, dan hal kurang diketahui sangatlah penting bertanya pada saat berlangsungnya acara bagi para peserta hadir, tentu ini ajang momen pendidikan bagi para pemula jurnalis untuk meneruskan jenjang karir profesi sebagai penyampai informasi Kepada publik.
Hadir pula Kabid Dinas Kesenian dan Kebudayaan Sumangku S.ip Kota Tangerang, memberikan beberapa motifasi tentang pembinaan literasi melalui jurnalis.
” Ini harus diapresiasi Negeri ini hidup bagian dari Jurnalis, yaitu sebuah tulisan yang dibaca seluruh belahan dunia pada kala itu sejarah terjadi akhirnya sang Revolusi Proklamator kemerdekaan Indonesia mengguncang dunia peradaban,Ini sejarah revolusi ditengah ketegangan perang dunia saat itu, ujarnya.
Dirinya menjelaskan, pada saat ini kita bagian pewaris pemimpin besar yang melahirkan kita menjadi anak Bangsa,mari kita rawat bersama budaya warisan kita supaya tetap akan dikenang oleh generasi penerus,” Tuturnya.
Terakhir pemateri oleh Serli Pimpred NN Nasionalnews.id setelah break istirahat makan siang, dilanjut mengenai Kode etik jurnalistik. Membedah tuntas semua pasal kode etik dan tafsiran setiap pasal yang menjadi pokok atau substansi profesi jurnalis.
Ada sekitar 10 pasal beserta penafsiran dipaparkan secara komperhensif satu persatu sekaligus tanya jawab hingga tuntas pada akhirnya waktu yang diselenggarakan panitia pelaksana terasa cepat berjalan.
” Namun sangat dirasakan cukup puas oleh peserta yang hadir sampai pukul 16:00 Setelah berakhirnya acara literasi berharap akan ada jenjang berikutnya kemudian berfoto bersama dan berharap Diklat hari ini menghasilkan kualitas sebagai jurnalis yang taat dan patuh terhadap etika profesi,” tutupnya.
(Bob Fallah)