Kota Metro,Harianmetropolis.com –
Kreativitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Rabu (11/05/2026)
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, warga binaan kini mampu memproduksi kompor berbahan bakar dari oli bekas yang dinilai memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomis
Inovasi tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Lapas Metro guna membekali warga binaan dengan kemampuan praktis selama menjalani masa pidana.
Melihat potensi dari limbah oli bekas yang selama ini kurang dimanfaatkan, warga binaan berhasil merancang kompor alternatif yang dapat digunakan untuk kebutuhan memasak.
Proses pembuatan kompor dilakukan di area kegiatan kerja dengan pendampingan petugas. Warga binaan dilatih mulai dari proses perancangan, perakitan komponen, hingga pengujian fungsi kompor agar dapat digunakan secara aman dan efektif.
Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan kepribadian, tetapi juga pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan setelah bebas nanti.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta semangat produktivitas bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, salah seorang warga binaan yang terlibat dalam pembuatan kompor mengaku merasa bangga karena dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Saya senang sekali pak bisa membuat kompor berbahan bakar oli bekas. Saya disini merasa lebih produktif selama mengikuti pembinaan di Lapas,” ungkapnya.
Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan kerja tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bekal usaha ketika kembali ke masyarakat nanti
(Red)





