Dikerjakan Secara Singkat, Masyarakat Pertanyakan Mutu dan Kualitas Pekerjaan

Tanggamus, Harian Metropolis,-

Heboh!!!!! Masyarakat kembali pertanyakan kualitas Pembangunan jalan rabat beton yang dikerjakan hanya dalam dua hari dan hampir selesai di Desa Banyu Urip. Sabtu, 28 September 2024

Hal ini setelah Pekerjaan yang habiskan anggaran mencapai ratusan juta rupiah namun pengerjaannya kilat hanya hitungan hari.

Proyek ratusan Juta tapi kok selesai hanya hitungan hari? Seperti apa kualitasnya pak. Ujar NN salah satu sumber dimasyarakat

Sebelumnya diketahui Pemerintah desa Banyurip kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus rialisasikan pembangunan rabat beton di dusun (I) adapun pembangunan jalan usaha tani rabat beton tersebut bersumber dari anggaran dana desa tahun,2024

Pembagunan jalan usaha tani rabat beton sepanjang 420 meter, lebar 2,5.meter, ketebalan 0,15.cm menelan aganran sebesar Rp.181.119,000,’ dua hari di kerjakan sudah hampir selesai

Masyarakat desa Banyurip merasa antusias dengan adanya pembagunan jalan usaha tani rabat beton yang yang terletak di dusun (I) tersebut, sebab Berawal dari kegiatan rapat yang di adakan oleh pemerintah desa Banyurip melalui musdus, musdes yang di ajukan oleh masyarakat agar menjadi sekala prioritas dari pemerintah desa untuk membangun jalan tersebut, mengingat jalan tersebut adalah salah satu akses masyarakat menuju ke tempat persawahan,hal itula sehingga masyarakat dusun satu desa Banyurip memprioritaskan pembangunan jalan tersebut.

Sebanrnya, jalan ini sangat diperlukan, selain akses yang mudah di lalui oleh masyarakat juga dapat membantu perekonomian masyarakat setempat, tetapi justru setelah pembagunan jalan tersebut mulai di kerjakan kejanggalan dan kejanggalan nampak mulai terkuak.

Sementara AM, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) warga dusun 1 desa Banyurip menceritakan atas ketidak pahamannya tugas dan fungsi sebagai (TPK) yang mana angaran tersebut tidak di berikan kepada TPK melalui transfer bank. Ia menceritakan tentang pengelolaan anggaran tersebut adalah kepala desanya baik pembelanjaan atau pun yang lainnya.

Maaf pak, kalau Anggaran dana pembangunan tersebut semuanya ada di kepala desa, saya hanya menjalankan perintah dari pak ( Santoso) adapun yang lain-lain saya tidak tau pak” ucap TPK kepada awak media, Jum,at sekitar pukul.09:00, WIB

Dilain sisi, Kepala Desa membantah dan melempar semua tanggung jawab kepada TPK.

Maaf pak semua sudah saya serahkan sama (TPK) saya tau aturan kalau kepala desa sudah tidak boleh menahan uang tersebut mengingat sudah ada TPK dan sudah di kasihkan ke tpk ” Ujar kepala desa dengan wajah yang tegang

Setelah team media mengklarifikasi bahwa keterangan TPK mengatakan anggaran dana pembangunan masih di kepala desa, situasi sepontan berubah,raut wajah pak kades pun tak terelakkan, nampak berubah menjadi merah terlihat malu seakan-akan bahwa keterangananya adalah sandiwara belalaka dan pada Ahirnya kades Banyurip tersebut menegaskan kebenarannya.

Sebetulnya pak uang itu jujur saya tidak tau ada dengan siapa, dan bentuk nya seperti apa juga saya tidak tau sebab anggaran tersebut itu entah ada di mana, terlebih lagi yang melaksanakan atau pembuatan (RAP) tersebut bukan lah kaur perencanaan, melainkan inisial (f) warganya sendiri, curhat Marutnya Swa kelola dan tatanan administrasi pun Napak terkesan amburadul, adapun material yang di gunakan saat ini, itu semua masih ngutang di toko. terang pak kades dengan raut wajah sedikit menunduk.

(Yoga/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *