Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Pesisir Sungai Batang Hari Diduga Libatkan Pemodal Asal Jambi

Harianmetropolis.com – Solok Selatan, Kamis, 10 Oktober 2024 — Aktivitas tambang emas ilegal di pesisir Sungai Batang Hari, tepatnya di Jorong Muara Sangir, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, terus berlanjut meski telah berulang kali dilaporkan oleh warga sekitar. Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa alat berat yang digunakan di lokasi tersebut berasal dari seorang pemodal asal Jambi yang dikenal dengan panggilan “Bang Jon”.

Warga setempat resah karena kegiatan tambang ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan potensi konflik sosial. Menurut penuturan warga, ekskavator yang digunakan untuk menggali lapisan tanah merupakan alat berat yang dibawa dari luar daerah dan beroperasi tanpa pengawasan ketat dari pihak berwenang.

“Kami sering melihat alat berat itu bekerja di malam hari. Menurut informasi yang kami dapat, alat tersebut milik seseorang dari Jambi yang biasa dipanggil Bang Jon,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan pada Kamis (10/10/2024).

Lebih lanjut, warga menyampaikan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan yang semakin parah jika aktivitas tambang ilegal tersebut dibiarkan. Selain merusak aliran sungai, tambang ini juga berpotensi mencemari air yang digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terkait aktivitas tambang ilegal tersebut. Saat dimintai konfirmasi, Kepala Desa Muara Sangir menyebutkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melaporkan kegiatan ini, namun belum ada tindak lanjut yang konkret.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke kecamatan dan instansi terkait, tapi belum ada tindakan. Warga semakin resah karena alat berat masih beroperasi,” kata Kepala Desa.

Kasus ini mencuat di tengah upaya pemerintah untuk menertibkan kegiatan tambang tanpa izin yang marak terjadi di berbagai daerah. Banyak pihak menilai perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, kepolisian, serta TNI untuk menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal ini.

Sementara itu, informasi mengenai sosok Bang Jon yang disebut-sebut sebagai pemilik alat berat masih belum banyak diketahui. Warga hanya mendengar nama tersebut dari pekerja tambang di lapangan. “Orangnya jarang muncul. Biasanya yang datang itu anak buahnya untuk mengawasi,” tambah warga lain yang juga tidak ingin disebutkan identitasnya.

Situasi ini memunculkan desakan dari masyarakat agar aktivitas tambang segera dihentikan sebelum menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas. “Kami harap pemerintah daerah tidak tutup mata dan segera bertindak. Kalau dibiarkan terus seperti ini, dampaknya akan sangat buruk untuk generasi mendatang,” pungkas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Berita ini masih akan terus dikembangkan, sambil menunggu respons dari pihak-pihak terkait mengenai langkah yang akan diambil untuk menertibkan tambang ilegal di kawasan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *