Harianmetropolis.com
Tarutung, Tapanuli Utara
Tumbuhan ini adalah tanaman yang mudah ditemukan di seluruh daerah tropis basah.
Sisik naga merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri.
Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides) adalah salah satu dari beberapa jenis tumbuhan paku epifit.
Berbeda dengan parasit, epifit dapat sepenuhnya mandiri, lepas dari tanah sebagai penyangga dan penyedia hara bagi kehidupannya, maupun dari hara yang disediakan tumbuhan lain.
Air diperoleh dari hujan, embun, atau uap air. Hara mineral diperoleh dari debu atau hasil dekomposisi batang serta sisa-sisa bagian tumbuhan lain yang terurai.
Tanaman ini paling banyak sekali ditemukan utamanya menumpang pada pohon mangga, rambutan, jambu air dan jenis pohon lainnya.
Sejauh ini, banyak masyarakat belum paham bahwa pohon ini bisa dijadikan obat herbal.
Sisik naga memiliki kandungan kimia seperti saponim, polifenol, minyak asiri, triterpen/sterol, fenol, plavonoid, gula, dan tanin.
Tanaman ini bersifat manis, tawar, dan sejuk. Khasiatnya sebagai antiphloogistik, antitoksik, dan peluruh dahak.
Bagian Tanaman yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Seluruh tanaman sisik naga, baik segar maupun dikeringkan.
Sisik naga memiliki rasa yang manis, sedikit pahit dan dingin.
Kegunaannya untuk mengatasi beragam penyakit sebagai berikut.
1. Mengobati gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah.
Selain itu, sisik naga juga bisa digunakan untuk menyembuhkan perdarahan, seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik, keputihan (leukore), dan kanker payudara.
Cara membuatnya adalah dengan cara merebus daun sisik naga sebanyak 15-60 g daun, lalu airnya diminum.
Kemudian untuk pemakaian luar, menggunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi.
Atau bisa juga dengan menggiling herba segar hingga halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.
2). Penyakit radang gusi (gingivitis)
Cara membuatnya dengan mencuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya. Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.
3). Penyakit rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cara membuatnya dengan mencuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
4). Sakit kuning (jaundice)
Cara membuatnya dengan mencuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan minum sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.
5). Sariawan
Cara membuatnya dengan mencuci 1 genggam daun sisik naga sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Gunakan air saringannya untuk berkumur selagi hangat.
6). Menghentikan perdarahan
Cara membuatnya dengan mencuci 30 g daun sisik naga segar, lalu giling sampai halus. kemudian peras, saring dan diminum airnya. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh.
Cukup banyak manfaat sisik naga yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit. Jadi, bila menemukannya, bisa dicoba khasiatnya sebagai tanaman herba.
Sumber Penelitian
1. Badan POM RI.
2. Kementerian Kesehatan RI.
3. Jurnal Ilmiah Farmasi dan Kedokteran.
4. PubMed (NCBI).
5. ScienceDirect.
6. ResearchGate.
Cukup banyak manfaat sisik naga yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit. Jadi, bila menemukannya, bisa dicoba khasiatnya sebagai tanaman herbal(LAN)
Dari berbagai sumber.