Kasihan; di Negeri Konoha Prestasi Pemimpin Dicibir, Rakyat Dihasut oleh Barisan Sakit Hati

Opini: Natasha

Harian Metropolis,- Ada-ada saja kisah lucu namun menggemaskan serta menimbulkan gereget tersendiri bagi penulis jelang Pemilihan Kepala Pedukuhan di Negeri Konoha ini.

Bagaimana tidak, dr Amir Jindan bersama Mas Beni yang selama ini bekerja dengan ikhlas bahkan terkenal bersih, karena tak ada satupun perkara uang di Pedukuhan negeri Konoha yang terindikasi dikorupsi oleh mereka, seperti dugaan-dugaan pada pemimpin negeri tetangga yang lain.

Jka melihat kinerja, dr Amir Jindan dan Mas Beni pun dinilai berhasil, terbukti meski hanya 3 Tahun lebih memimpin pedukuhan, negeri Konoha pun berkembang sesuai rel perkembangannya, tidak ada yang salah, apalagi dengan keterbatasn aggaran dan kekayaan yang dimiliki oleh Negeri ini. terlebih, keduanya diketahui bekerja tanpa dukungan dari Parlemen rakyat negeri Konoha karena terindikasi bukan dari warna kulit yang sama.

Diketahui Negeri Konoha, merupakan salah satu pedukuhan yang memiliki berbagai macam karakter dan profesi keberagaman masyarakat, yang kini telah memasuki peradaban modern

Kinerja dr Jindan dan Mas Beni

Dari berbagai sisi, Pemerintah pusat pun mengakui kinerja keduanya memimpin Pedukuhan negeri Konoha, meskipun keduanya merupakan pemimpin dinegeri kecil yang selama ini tertutup oleh negeri-negeri besar lainya dimata pemerintah pusat.

Kembali terhadap Pokok bahasan sebelumnya, ternyata setelah kerja keras dan upaya bersih yang telah dilakukan oleh dr Amir Jindan dan Mas Beni, eh ada rombongan calon raja dan pemimpin yang berasal dari negeri tetangga datang dan berharap bisa menguasai negeri konoha dengan berlindung dengan kalimat “Demi perubahan dan Rakyat, padahal itu dinyalir hanya slogan demi ambisi menguasai pedukuhan negeri Konoha”

Anehnya, calon raja asal negeri seberang ini pun merekrut para pembenci, serta mantan-mantan yang mengaku pendamping dan pengikut pemimpin negeri Konoha untuk berhianat dan melawan bekas pemimpinnya yang telah membesarkan mereka.

Tak berhenti disini, kini pasukan mantan punggawa pemimpin negeri konoha ini pun berbondong-bondong menyerbu dan seolah memungkiri kinerja dari kedua pemimpin ini padahal sebelumnya merekalah yang mengagung-agungkan pencapaian ini, anehnya lagi dengan membabi buta penghargaan yang diterima oleh negeri Konoha pun disebut sebagai penghargaan sia-sia oleh mereka.

Kasihan sang dr Jindan dan Mas Beni, bekerja sendiri, berhasil, tak korupsi, dapat penghargaan dan harumkan negeri Konoha di pusat, eh masih saja disebut tak sanggup brkerja oleh pasukan calon pemimpin asal negeri seberang yang ingin menguasai negeri Konoha ini.

Dari sini bisa terlihat, kebencian dan ambisi kekuasaan seolah mengalahkan akal sehat bahkan terkesan menghalalkan segala cara demi sebuah jabatan, dimana sejatinya jabatan ini diperoleh dari rakyat negeri Konoha.

 

Opini: Natasha,- (Aktifis dan Mahasiswi Semester Akhir UPDM Beragama)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *