Pesawaran –Sejumlah aparatur Desa Teba Jawa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, menyampaikan keluhan terkait dugaan pemotongan gaji aparatur desa sebesar Rp650 ribu per bulan.Informasi tersebut diperoleh tim media dari keterangan beberapa sumber internal desa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut keterangan sumber, pemotongan gaji tersebut diduga berlangsung secara rutin dan telah berjalan cukup lama. Pemotongan disebut dialami hampir seluruh aparatur desa, mulai dari Kepala Dusun hingga perangkat administrasi desa.
“Setiap bulan dipotong dengan jumlah yang sama, Rp650 ribu,” ujar salah satu aparatur desa.
Seiring mencuatnya informasi tersebut, aparatur desa mengaku dihubungi untuk menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan bahwa tidak pernah terjadi pemotongan gaji. Permintaan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon dan pesan singkat, sehingga menimbulkan kebingungan dan keresahan di kalangan aparatur.
“Kami diminta menandatangani surat yang isinya menyatakan tidak ada pemotongan gaji, padahal kenyataannya kami mengalami,” ungkap sumber lainnya.
Selain persoalan gaji, tim media juga menerima informasi adanya dugaan penggunaan ijazah milik pihak lain oleh aparatur desa. Salah satu dugaan yang mencuat adalah penggunaan ijazah milik anggota keluarga, sementara yang bersangkutan tercatat aktif dan menjalankan tugas sebagai aparatur desa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait keabsahan administrasi aparatur dan mekanisme penggajian di lingkungan pemerintahan desa.
Situasi tersebut mendorong harapan masyarakat agar instansi berwenang dapat melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang. Pemeriksaan administratif dan keuangan dinilai penting untuk menjaga tata kelola pemerintahan desa agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk menjaga keberimbangan informasi, tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Teba Jawa dan Sekretaris Desa melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak terkait.
Media ini akan terus membuka ruang klarifikasi serta mengikuti perkembangan informasi terkait persoalan tersebut.





